Tujuan utama dari latihan pernapasan adalah untuk mendapatkan suplai oksigen sesuai kebutuhan setiap individu, sedangkan latihan pernapasan pada senam hamil mempunyai tujuan khusus agar sang ibuhamil siap menghadapi proses persalinan.
Teknik latihan pernafasan pada senam hamil :
Pernafasan perut
Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan dibuka kurang lebih 20 cm.
Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai perangsang. Keluarkan napas dari mulut ( tiup ) sambil tangan menekan perut ke dalam.
Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang mendorong kedua tangan ke atas.
Perhatikan bahwa gerakan pernafasan dilakukan dengan perut ( jadi dada tidak ikut kembang kempis ).
Kegunaan : Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh dokter / bidan.
Pernafasan iga
Tidur terlentang ( seperti pada pernapasan perut ), letakkan kedua tangan dalam posisi mengepal di iga sebagai perangsang.
Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan pengecualian tangan menekan iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping luar.
Kegunaan : Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.
Pernapasan dada
Tidur terlentang ( seperti pada pernapasan perut ), letakkan kedua tangan di dada bagian atas.
Keluarkan napas dari mulut ( tiup ) dengan tangan menekan dada ke arah dalam.
Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang mendorong ke dua tangan ke atas.
Kegunaan : Mengurangi rasa sakit saat bersalin.
Pernapasan panting ( pendek-pendek dan cepat )
Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja irama pernapasan lebih cepat dengan gerakan napas dihentikan separuhnya.
Bernapas tidak terlalu dalam, pendek-pendek saja
Kegunaan : Istirahat atau menghilangkan lelah sesudah mengejan.
Juga dilakukan saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara pembukaan belum lengkap, supaya jalan lahir tidak bengkak atau sobek.
Semua gerakan latihan pernapasan di atas sebaiknya dilakukan enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.
LATIHAN PERNAPASAN PADA SENAM HAMIL
Tujuan utama dari latihan pernapasan adalah untuk mendapatkan suplai oksigen sesuai kebutuhan setiap individu, sedangkan latihan pernapasan pada senam hamil mempunyai tujuan khusus agar sang ibuhamil siap menghadapi proses persalinan.
Teknik latihan pernafasan pada senam hamil :
Pernafasan perut
Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan dibuka kurang lebih 20 cm.
Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai perangsang. Keluarkan napas dari mulut ( tiup ) sambil tangan menekan perut ke dalam.
Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang mendorong kedua tangan ke atas.
Perhatikan bahwa gerakan pernafasan dilakukan dengan perut ( jadi dada tidak ikut kembang kempis ).
Kegunaan : Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh dokter / bidan.
Pernafasan iga
Tidur terlentang ( seperti pada pernapasan perut ), letakkan kedua tangan dalam posisi mengepal di iga sebagai perangsang.
Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan pengecualian tangan menekan iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping luar.
Kegunaan : Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.
Pernapasan dada
Tidur terlentang ( seperti pada pernapasan perut ), letakkan kedua tangan di dada bagian atas.
Keluarkan napas dari mulut ( tiup ) dengan tangan menekan dada ke arah dalam.
Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang mendorong ke dua tangan ke atas.
Kegunaan : Mengurangi rasa sakit saat bersalin.
Pernapasan panting ( pendek-pendek dan cepat )
Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja irama pernapasan lebih cepat dengan gerakan napas dihentikan separuhnya.
Bernapas tidak terlalu dalam, pendek-pendek saja
Kegunaan : Istirahat atau menghilangkan lelah sesudah mengejan.
Juga dilakukan saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara pembukaan belum lengkap, supaya jalan lahir tidak bengkak atau sobek.
Semua gerakan latihan pernapasan di atas sebaiknya dilakukan enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar