Senin, 24 November 2008

Dyah Pitaloka: Senja di Langit Majapahit

Dyah Pitaloka atau Ratna Citraresmi putri Prabu Linggabuana penguasa kerajaan Sunda Galuh, digambarkan memiliki kecantikan yang luar biasa dan betis mirip Ken Dedes yang bersinar.

Telah banyak versi ditulis berkaitan dengan sejarah putri sunda yang mati muda ini, terutama dengan latar belakang sejarah perang bubat yang melegenda dan mengerikan itu, yang membawa korban Prabu Linggabuana dan Putri Dyah Pitaloka. Yang tentu saja tak lepas dari peran Mahapatih Majapahit - Gajah Mada.

Mekipun penulisan setiap sejarah perang bubat itu secara garis besar sama, perang antara Kerajaan Majapahit dan kerajaan Sunda Galuh pada saat sebelum hari H rencana pernikahan Raja Majapahit Hayam Muruk dengan Putri Dyah Pitaloka yang terjadi di wilayah Bubat.

Pengungkapan sejarah versi Hermawan Aksan ini ditinjau dari sisi Putri Dyah Pitaloka, juga diceritakan bagaimana proses kematian sang putri dalam mempertahankan kehormatan kerajaan yang ingin dikuasai oleh ambisi Gajah Mada yang ingin mempersatukan wilayah Nusantara dibawah kendali Majapahit.

Hermawan lebih secara halus mengungkap sejarah tanpa ada keberpihakan antara kerajaan Majapahit maupun Sunda. Semua ditulis perlahan dan berusaha selogis mungkin mengungkap kejadian demi kejadian.

Bagaimanapun sejarah tetaplah sebuah misteri, kita tidak pernah tahu, apakah benar itu akibat ambisi Gajah Mada ataukah ada pihak lain yang berusaha mengacaukan hubungan antara Majapahit dan Sunda.

Tidak ada komentar: